Server HTTP Apache atau Server Web/WWW Apache adalah server web yang dapat dijalankan di banyak sistem operasi (Unix, BSD, Linux, Microsoft Windows dan Novell Netware serta platform lainnya) yang berguna untuk melayani dan memfungsikan situs web. Protokol yang digunakan untuk melayani fasilitas web/www ini menggunakan HTTP.
Apache memiliki fitur-fitur canggih seperti pesan kesalahan yang dapat dikonfigur, autentikasi berbasis basis data dan lain-lain. Apache juga didukung oleh sejumlah antarmuka pengguna berbasis grafik (GUI) yang memungkinkan penanganan server menjadi mudah.
Apache merupakan perangkat lunak sumber terbuka dikembangkan oleh komunitas terbuka yang terdiri dari pengembang-pengembang dibawah naungan Apache Software Foundation.
aNag panTae.......
Selasa, 13 Oktober 2009
Apache HTTP Server
Installasi Web Server (Apache,PHPMyAdmin dan MySQL) di Linu
Buat temen - temen yang baru aja melakukan migrasi System Operasi dari Ms. Windows ke Linux dan ingin mengetahui cara menginstall Apache, PHPMyAdmin dan MySQL di Linux tanpa perlu repot2 download sana-sini di internet. Cukup dengan memanfaatkan CD Linux yang kita sudah beli mahal2 maka bisa kita dapatkan hasilnya. itu sangatlah mudah dan Begini Caranya :
Langkah 2x :
1. Install Apache2 dan Kawan-kawannya Contoh : apache2,apache2-doc,apache2-mod_perl,apache2- mod_php5,apache2-prefork, dll yang dibutuhkan) Melalui YAST.
2. Install MySQL dan Kawan-kawannya(Contoh : MySQL,MySQL- client,MySQL-devel, ySQL-shared,perl-DBD-mysql,perl- DBI, php5-mysql, php5-mysqli, dll yang dibutuhkan) Melalui YAST.
3. Konfigurasi YAST :
* Untuk Komputer Jaringan :
o Konfigurasi Network Card Melalui YAST Jika terhubung Ke Jaringan.
o Konfigurasi NTP client Melalui YAST Jika Terhubung Ke jaringan atau dengan mengedit ntp.conf, pastikan Address yang dituju adalah IP Komputer yang Database MySQL-nya ingin di gunakan. Contoh : Jika Database MySQL yang dituju ada di komputer dengan IP 192.168.0.1, maka pastikan IP tersebut yang terkonfigurasi pada NTP client.
* Untuk komputer yang tidak terhubung dengan jaringan tidak perlu melakukan Konfigurasi YAST.
4. Jika Firewall pada komputer anda Aktif, pastikan port 80 dapat diakses oleh komputer lain yang terhubung dengan jaringan. Jika tidak terhubung ke jaringan Stop aja Firewallnya Melalui YAST.
5. Aktifkan Apache yang telah di install dengan cara mengetikkan pada Console(untuk Distro SUSE bisa lihat pada /usr/share/doc/packages/apache2/README.QUICKSTART)
* rcapache2 start
* chkconfig -a apache2
6. Aktifkan MySQL yang telah diinstall dengan cara mengetikkan pada Console(Untuk Distro SUSE bisa lihat pada /usr/share/doc/packages/mysql/README.SuSE).
* rcmysql start -> untuk mengaktifkan Manual
* /sbin/insserv /etc/init.d/mysql -> untuk mengaktifkan saat startup
7. Install phpmyadmin(Tanya aja sama Om Google), Untuk Pengguna Ms. Windows yang sudah pernah menginstall PHPTriad di Ms. Windows, Kopikan saja Folder "phpmyadmin" di Folder "C:\apache\htdocs\" pada Ms. Windows ke dalam /srv/www/htdocs/ yang ada pada Linux. "/srv/www/htdocs/" ini adalah folder default dimana localhost membaca Aplikasi Web yang akan dijalankan.
8. Sekarang kita bisa jalankan Localhost melalui Web Browser dan mengetikkan pada Address Bar "http://localhost/manual/" -> anda bisa membaca tentang Infomasi Apache disini. Jika Ini Berhasil berarti apache telah berhasil anda konfigurasi.
9. Sekarang kita juga sudah bisa menjalankan MySQL kita dengan bantuan phpmyadmin melalui melalui Web Browser dan mengetikkan pada Address Bar "http://localhost/phpmyadmin/". Jika Ini berhasil juga, selamat kepada anda telah memiliki Web Server di komputer anda dan mengkonfigurasi dengan benar.
10. Get More Experiences with Linux (OPEN SOURCE), Smile...!! :).
Ket : data MySQL terdapat pada Folder "/var/lib/mysql/"
Semoga bermanfaat,
Rifa Hammet. (Destroyer_Maniac)
Thanks Banget untuk Mas Vavai yang udah banyak membuat aku terinspirasi dan tertantang dengan yang namanya Open Source :). Thanks Juga untuk rekan2 yang saya kenal di Linux.or.id yang telah bersedia membantu saya.
heBbooHh....!!!
Kiamat 2012 - Hari Kiamat akan terjadi pada tahun 2012, begitulah banyak tulisan yang bisa ditemukan dari berbagai situs dan blog di internet. Kiamat 2012 tersebut kabarnya hasil dari ramalan kalender suku Maya.
Berbagai argumen dan tanggapan mengenai isu kiamat 2012 pun bermunculan. Ada yang menyebutkan bahwa berita tentang hari kiamat ini adalah merupakan hasil dari konspirasi dari sebuah perkumpulan tertentu untuk menguasai dunia. Dari segi sains, maka para pakar menyebutkan bahwa pada tahun 2012 bukan hari kiamat tapi badai Matahari.
Begitu heboh memang tentang isu kiamat yang satu ini, mengingat media informasi teknologi saat ini berkembang pesat, sehingga membantu menyebarkan berita ini keberbagai media sehingga menjadi benar-benar heboh.
Isu kiamat 2012 bukan saja dibahas di internet, namun sudah merambah ke media televisi, dan salah satunya pernah dibahas di stasiun televisi SCTV. Sebuah acara yang disiarkan SCTV mengutip berbagai sumber, baik dari kalangan Akademisi, selebritis, dan juga Paranorma
Kamis, 26 Februari 2009
membuat web server dengan opensuse
Apache Web Server adalah salah satu service yang paling banyak digunakan karena web server menjadi tulang punggung aplikasi web. Jika kita ingin melakukan instalasi website, instalasi blog, Groupware dan lain sebagainya, besar kemungkinan kita akan membutuhkan Apache Web Server
Setting Apache Web Server di openSUSE tidaklah sulit, apalagi openSUSE memiliki YAST untuk melakukan konfigurasi Apache berbasis grafis. Meski tidak sulit, adakalanya pemula mengalami kesulitan. Saya pribadi sempat mengalami masalah dengan keterangan “Access Forbidden” saat mula pertama mencoba Apache di openSUSE 10.0. Solusinya sangat mudah namun mencari solusi itu sempat membuat saya pusing 7 keliling :-P
Dalam kaitannya dengan VirtualHost, saya sempat mengalami problem yang memusingkan dengan VirtualHost ini. Kepusingan ini dilandasi ketidakpahaman saya mengenai hubungan antara DNS, file /etc/hosts dengan VirtualHost. VirtualHost adalah salah satu feature yang banyak digunakan untuk Apache Web Server karena feature ini memberikan keleluasan manajemen domain (kita bisa memili banyak domain dengan 1 instalasi Apache).
Tutorial ini terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama akan membahas mengenai instalasi dan konfigurasi dasar Apache. Bagian ini akan saya ambil dari tulisan saya di halaman panduan openSUSE Indonesia. Bagian kedua membahas mengenai VirtualHost sedangkan bagian ketiga membahas penggunaan YAST Web Server dan Tips seputar penggunaan Apache di openSUSE.
Semoga bermanfaat.
*****
Instalasi
Instalasi Melalui YAST
1. Buka YAST | Software | Software Management
2. Ubah pilihan Filter menjadi Patterns
setting web
3. Scroll down pilihan ke bawah, ke group Server Functions
4. Pilih Web and LAMP Server
5. Beri tanda check pada pilihan tersebut
6. Pilih Accept dan install hingga selesai
Instalasi Melalui Konsole
1. Buka Konsole / Terminal (ALT+F2, konsole)
2. Ketik perintah berikut :
view sourceprint?
1.zypper in -t pattern lamp_server
Konfigurasi
Menjalankan Service
1. Untuk menjalankan service, buka YAST | System | System Services (Runlevel)
2. Cari service dengan nama Apache2, pilih start
3. Kita dapat juga menentukan agar Apache2 dijalankan tiap start up dengan memilih tombol Enable dan menyimpan pilihan tersebut
4. Jika melalui konsole, aktivasi dan start service dapat dilakukan dengan perintah berikut :
view sourceprint?
1.chkconfig --add apache2
2.chkconfig apache2 on
3.service apache2 restart
Aktivasi Index File
Atas pertimbangan keamananan data web, openSUSE secara default hanya akan mengaktifkan folder yang memiliki file index (misalnya index.html). Jika tidak ada, openSUSE akan menampilkan tulisan Access Forbidden. Hal ini kadang membuat bingung rekan-rekan yang ingin membuat blog atau website lokal (misalnya : Wordpress, Serendipity, Joomla dll) namun tidak dapat mengakses folder hasil upload. Berikut adalah cara mengaktifkan pilihan index file :
1. Buka file /etc/apache2/server-default.conf
2. Perhatikan bagian berikut (perhatikan hingga mata berkunang-kunang, hehehe…)
view sourceprint?
01.#
02.# Configure the DocumentRoot
03.#
04.
05.# Possible values for the Options directive are "None", "All",
06.# or any combination of:
07.# Indexes Includes FollowSymLinks SymLinksifOwnerMatch ExecCGI MultiViews
08.#
09.# Note that "MultiViews" must be named *explicitly* --- "Options All"
10.# doesn't give it to you.
11.#
12.# The Options directive is both complicated and important. Please see
13.# http://httpd.apache.org/docs-2.2/mod/core.html#options
14.# for more information.
15.Options None
16.# AllowOverride controls what directives may be placed in .htaccess files.
17.# It can be "All", "None", or any combination of the keywords:
18.# Options FileInfo AuthConfig Limit
19.AllowOverride None
20.# Controls who can get stuff from this server.
21.Order allow,deny
22.Allow from all
23.
3. Ubah bagian Options None menjadi Options All. Silakan pelajari fungsi dari pilihan lain yang disediakan(Indexes Includes FollowSymLinks SymLinksifOwnerMatch ExecCGI MultiViews)
4. Jalankan ulang service Apache2
Jumat, 28 November 2008
Menginstalasi dan Mengkonfigurasi TCP/IP dinamis pada workstation yang terhubung pada jaringan
Konfigurasi Dinamis
Komputer-komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 2003 akan berusaha untuk memperoleh konfigurasi TCP/IP dari sebuah server DHCP pada jaringan Anda berdasarkan default seperti diuraikan pada Gambar 10. Jika suatu konfigurasi TCP/IP statis baru saja diimplementasikan pada sebuah komputer, maka Anda dapat mengimplementasikan suatu konfigurasi TCP/IP dinamis.
Untuk mengimplementasikan suatu konfigurasi TCP/IP dinamis:
1.
Klik Start
2.
Klik Programs
3.
Klik Connect To
4.
Klik Show All Connections
5.
Klik kanan Local Area Connection
6.
Klik Properties
7.
Pada tab General klik Internet Protocol (TCP/IP)
8.
Klik Properties. Untuk tipe-tipe koneksi yang lain, klik tab Networking
9.
Klik Obtain An IP Address Automatically
10.
Klik OK
Konfigurasi Manual
Beberapa server, misalnya DHCP, DNS, dan WINS, harus diberikan suatu alamat IP secara manual. Bila Anda tidak mempunyai sebuah server DHCP pada jaringan Anda, maka Anda harus mengonfigurasi komputer-komputer TCP/IP secara manual agar bisa memakai suatu alamat IP statis.
Menginstalasi dan Mengkonfigurasi TCP/IP statis pada workstation yang terhubung pada jaringan
Memberikan IP Address secara statis pada suatu Komputer yang terhubung melalui kabel LAN/UTP dari sebuah router
Bagaimanakah cara seting IP address secara statis pada komputer yang terhubung melalui kabel LAN?
Jawabannya, berikanlah komputer sebuah IP Address statis, biarkanlah PC tersebut menggunakan IP address yang sama setiap saat. Konfigurasikan wireless computer secara otomatis untuk mendapatkan sebuah IP address yang akan membolehkan PC ini untuk mendapatkan sebuah IP address dari DHCP server. Sebagai pengganti masukkkan setingan IP secara manual, lakukan prosedur ini untuk memastikan komputer untuk mendapatkan setingan TCP/IP yang benar.
Memberikan suatu komputer sebuah IP statis sangat berguna ketika:
*
Menseting layanan umum pada komputer anda (FTP servers, Web servers, dll.).
*
Komputer sangat sering diakses pada jaringan tersebut sehingga komputer tersebut mudah sekali memetakannya
Untuk memberikan IP address statis pada suatu komputer yang terhubung melalui kabel LAN, anda perlu melakukan lima tahap berikut ini:
1.
Hubungkan komputer tersebut satu sama lain
2.
Periksa bila komputer tersebut diset ke DHCP
3.
Periksa IP Address router
4.
Dapatkan DNS Servers dari Linksys Router tersebut
5.
Konfigurasikan IP Address secara statis pada Ethernet Adapter
Untuk memulai memberikan suatu komputer sebuah IP address statis, ikutilah tahap-tahap di bawah ini.
Menghubungkan Peralatan Satu Sama Lain
Pastikan anda memiliki koneksi internet yang aktif, kemudian hubungkan modemnya ke port internet pada router dan komputer ke salah satu dari empat port Ethernet.
Periksa bila komputer diset ke DHCP
Untuk mengkonfigurasi komputer mendapatkan sebuah IP address secara otomatis, anda harus memeriksa TCP/IP properties dari Ethernet Adapter yang diinstal pada komputer tersebut.
Periksa IP Address Router
Untuk menemukan IP address lokal router Linksys, anda harus memeriksa setingan IP komputer tersebut.
Periksa DNS Server Dari Router Linksys
Untuk memeriksa DNS server pada router Linksys, anda harus mengakses halaman setup berbasis web.
Konfigurasi IP Address Statis pada Ethernet Adapter
Windows 2000/XP
Tahap 1:
Klik Start, kemudian Control Panel.
Tahap 2:
Ketika jendela Control Panel terbuka, double-click Network Connections.
Tahap 3:
Klik-kanan Local Area Connection, kemudian klik Properties.
Tahap 4:
Ketika jendela Local Area Connection Properties muncul, klik Internet Protocol (TCP/IP) kemudian Properties.
Tahap 5:
Ganti pilihan dari Obtain an IP address automatically menjadi Use the following IP address dan isi seperti berikut ini:
CATATAN: Pastikan anda mempunyai Default Gateway dan DNS servers.
Pastikan IP Address yang akan anda berikan pada komputer sama 3 angka yang pertamanya seperti Default Gateway dan angka terakhir dapat diisi dengan angka antara 2 dan 99. Pada contoh ini, Default Gateway kita adalah 192.168.1.1, maka IP address-nya yang harus digunakan dimulai dengan 192.168.1. kemudian gantilah dengan angka apapun dari 2 hingga 99. Dalam contoh ini, IP address yang kita berikan adalah 192.168.1.50.
CATATAN: Untuk setiap penambahan komputer yang akan diberikan sebuah IP address statis, pastikanlah komputer tersebut telah mendapatkan sebuah IP Address yang unik.
*
IP: “192.168.1.50”
*
Subnet Mask: “255.255.255.0”
*
Default Gateway: “192.168.1.1” (Default Gateway ini anda tulis di bawah belakangan)
Ganti setingan Obtain DNS server address automatically ke Use the following DNS Server addresses pada jendela yang sama. Kemudian isilah dengan isian berikut ini:
*
Preferred DNS server: (ini DNS yang anda tulis di bawah belakangan)
*
Alternate DNS server: (ini DNS yang anda tulis di bawah belakangan, bila ada dua DNS servers)
Tahap 6:
Klik OK kemudian OK atau Close.
Windows 98/ME
Memberikan IP address statis menggunakan Windows 98 atau ME:
Tahap 1:
Klik Start, kemudian Settings, kemudian Control Panel.
Tahap 2:
Double-klik Network kemudian pilih TCP/IP untuk Ethernet adapter pada PC tersebut. Segera setelah dipilih, klik Properties.
Tahap 3:
Ganti opsi dari Obtain Automatically ke Specify dan masukkan seperti berikut ini:
CATATAN: Pastikan bahwa anda punya Default Gateway dan DNS servers.
Pastikan IP Address yang akan anda berikan pada komputer sama 3 angka yang pertamanya seperti Default Gateway dan angka terakhir dapat diisi dengan angka antara 2 dan 99. Pada contoh ini, Default Gateway kita adalah 192.168.1.1, maka IP address-nya yang harus digunakan dimulai dengan 192.168.1. kemudian gantilah dengan angka apapun dari 2 hingga 99. Dalam contoh ini, IP address yang kita berikan adalah 192.168.1.50.
CATATAN: Untuk setiap penambahan komputer yang akan diberikan sebuah IP address statis, pastikanlah komputer tersebut telah mendapatkan sebuah IP Address yang unik.
*
IP: “192.168.1.50”
*
Subnet Mask: “255.255.255.0”
Klik Gateway dan masukkan IP address lokal router ke dalam isian Default Gateway, lalu klik Add. Pada contoh ini kita gunakan 192.168.1.1 sebagai default gateway.NOTE: Gateway harus anda tulis dibawah belakangan.
Tahap 5:
Klik DNS Configuration, kemudian lanjutkan ke isian Host dan ketik tipe “computer,” lalu menuju ke isian DNS Server Search Order dan masukkan DNS Servers dari router tersebut, kemudian klik Add.
CATATAN: DNS server harusnya gateway yang anda tulis terakhir.
Tahap 6:
Klik OK kemudian yang lainnya OK dan windows akan segera restart.
Mac OS
Memberikan IP address statis menggunakan Mac:
Tahap 1:
Klik menu Apple yang ada pada bagian sudut kanan atas layar, kemudian pilih System Preferences.
CATATAN: Anda dapat menggunakan opsi lain untuk mengakses System Preferences.
Tahap 2:
Dibawah System Preferences klik Network.
Tahap 3:
Ketika layar Network tampil, lihat pada Location dan pilih Automatic kemudian dibawah Show pilih Built-in Ethernet.
Tahap 4:
Dibawah Configure IPv4 pilih Manually dan masukkan seperti berikut:
CATATAN: Pastikan anda memiliki Default Gateway dan DNS servers.
Pastikan IP Address yang akan anda berikan pada komputer sama 3 angka yang pertamanya seperti Default Gateway dan angka terakhir dapat diisi dengan angka antara 2 dan 99. Pada contoh ini, Default Gateway kita adalah 192.168.1.1, maka IP address-nya yang harus digunakan dimulai dengan 192.168.1. kemudian gantilah dengan angka apapun dari 2 hingga 99. Dalam contoh ini, IP address yang kita berikan adalah 192.168.1.50.
CATATAN: Untuk setiap penambahan komputer yang akan diberikan sebuah IP address statis, pastikanlah komputer tersebut telah mendapatkan sebuah IP Address yang unik.
*
IP Address: “192.168.1.50”
*
Subnet Mask: “255.255.255.0”
*
Default Gateway: “192.168.1.1” (ini Default Gateway yang anda tulis di bawah belakangan)
*
DNS Servers: (ini DNS yang anda tulis di bawah belakangan)
Tahap 5:
Klik apply
Selasa, 11 November 2008
NIRKABEL
Jaringan lokal nirkabel atau WLAN adalah suatu jaringan area lokal nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya: link terakhir yang digunakan adalah nirkabel, untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area sekitar. Area dapat berjarak dari ruangan tunggal ke seluruh kampus. Tulang punggung jaringan biasanya menggunakan kable, dengan satu atau lebih titik akses jaringan menyambungkan pengguna nirkabel ke jaringan berkabel.
LAN nirkabel adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan akhirnya titik akses yang merupakan dasar dari transiver radio dua arah yang tipikalnya bekerja di bandwith 2,4 GHz (802.11b, 802.11g) atau 5 GHz (802.11a). Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi Wi-Fi, IEEE 802.11b atau akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan beberapa level keamanan seperti WEP dan atau WPA.
